Ad Placement

Sunday, 18 October 2020

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan

Dulu saya sempat mampir di Hotel Grandhika Medan tuk menikmati hidangannya saat ramadhan. Sekarang saya mampir kembali dengan cerita yang berbeda, yaitu hidangannya dengan tema angkringan. Bagi kamu yang belum tahu angkringan, angkringan bisa dikatakan gerobak dorong atau becak dorong yang berisi makanan dan minuman yang dijual.

Untuk kamu yang ingin tahu hotel grandhika medan sebelumnya, ada disini https://blogridsal.blogspot.com/2019/05/hotel-grandhika-setiabudi-medan-edisi-ramadhan.html

Nah membawa tema angkringan, lumayan penasaran saya. Soalnya angkringan lebih dikenal di Jogja plus menu-nya banyak khas Jawa, jadi gimana tu? Apa lebih ke kuliner medan? Daripada penasaran yuk simak bersama-sama lewat tulisan ini.

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan
Angkringan di Restaurant Andaliman

Angkringan bisa kita lihat langsung di Restaurant Andaliman hotel Grandhika Medan. Disini, lumayan banyak bahan-bahan yang bisa kita lihat, jadi bisa menebak deh mau dibikin apa. Oiya tuk fotonya ada di bawah ini.

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan - Menu 01

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan - Menu 02


Lumayan banyak kan? Jadinya bisa coba deh. Tuk makanannya, saya pesan Siomay, Rujak Uleg, Wedang, Lechye Tea dan Iced Chocolate. Sambil memesan saya pun menikmati ruangannya dan cukup nyaman, jadinya bisa tuk kongkow maupun rehat sejenak dari rutinitas.

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan - Ruangan
Salah satu ruangan hotel

Setelah menunggu pesanan, waktunya mencoba. Tapi sebelum itu kamu bisa lihat fotonya.

Mampir Kembali di Hotel Grandhika Medan: Edisi Mencoba Angkringan - Menu 03
Iced Chocolate, Siomay dan Lechye Tea

Tuk rasa, mayoritas saya menyukainya. Namun bila kamu bertanya secara detail, saya bisa bilang Siomay-nya yang menggoda karena kuah kacangnya yang kental dan memiliki rasa pedas, jadinya tidak perlu tambah saus maupun kecap tuk meningkatkan rasanya. Terus minumannya bikin segar, gak tahu emang saya yang lagi kehausan atau suka aja dengan minumannya. Lalu ada juga Rujek Uleg-nya, sayang gak saya foto padahal nih rujak habis saya makan, hehehe

Nah mungkin segitu saja cerita saya mampir ke Hotel Grandhika Medan. Tuk kesimpulan, saya cukup suka baik itu ruangannya maupun menu yang mereka sajikan. Mungkin yang bikin saya berharap, khas angkringannya seperti nasi kucing, aneka gorengan dan khas sambalnya angkringan. Tapi ini bisa ditingkatkan lagi kedepannya dengan mengikuti keinginan pelanggan.

Oke segitu saja dulu ceritanya, semoga cerita ini bisa menjadi rekomendasimu. Sampai jumpa~

Catatan

Lokasi di jalan Dr. Mansyur 
Harga: Rp.10.000 - Rp.50.000
Instagram: @grandhikamedan
Foto menggunakan Realme 5 Pro

Thursday, 8 October 2020

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan

Dari hari kemarin hingga bulan lalu, blog ini selalu berisi kuliner di sekitar kota Medan. Ya gak salah sih, namanya juga saya tinggal di sekitaran kota Medan. Tapi mengapa kulinernya hanya di kafe/resto saja? Kenapa gak sekalian wisatanya atau yang lain gitu? Eh iya juga. Itulah yang terbesit di kepala saya saat ingin menulis blog ini.

Walaupun terbesit di kepala masih belum ada rencana mau pergi kemana, karena kondisi masih sulit di new normal ini. Beruntungnya, kawan mengajak pergi jalan-jalan ke Belawan dengan catatan bagi-bagi tugas. Hitung-hitung, bisa berhemat

Nah cerita di mulai dari Tempat Pelelangan Ikan. Kami pergi kesana untuk melihat usaha kawanku yang menjual aneka seafood seperti ikan teri, cumi, dan lainnya secara online (daring). Disana, aku melihat pelelangan ikan cukup sunyi, baik itu pembeli maupun penjual. Mungkin efek pandemi ini yang bikin orang jadi berhemat, termasuk saya. Untuk fotonya bisa kamu lihat di bawah ini.

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan - Pelelangan Ikan 01
Salah satu pedagangan di Pelelangan Ikan

Menariknya disini, seafood yang mereka tawarkan masih fresh, cocok bagi kamu yang suka masak. Kekurangannya mungkin lokasinya aja yang lumayan jauh. Soalnya saya bersama kawan aja hampir ke Pelabuhan Belawan dan daerah Belawan lumayan banyak pabrik besar seperti minyak, karet dan lainnya, bikin kita harus berhati-hati dengan kendaraan berat. Jadi sangat disarankan tuk berhati-hati

Selain itu, kami juga melihat kapal nelayan yang pulang sehabis melaut. Hasil tangkapannya gak bisa saya foto karena segan dengan warga disana jadi hanya bisa foto dari jauh deh. Walaupun begitu, saya sempat melihat tangkapan nelayannya cukup banyak seperti ikan besar yang muncungnya panjang (gak tahu namanya), aneka cumi dan jenis ikan teri hingga lainnya. Tuk foto nelayannya, bisa kamu lihat di bawah ini.

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan - Pelelangan Ikan 02
Nelayan dan kapalnya

Setelah puas melihat pelelangan ikan, waktunya ke Pantai Olo. Dulu tempat ini dikenal dengan rekreasi wisatanya, sekarang tidak tahu lagi soalnya sudah lama disana. Apalagi ditambah kondisi sekarang, jadi gak terlalu berharap dengan wisatanya.

Dan benar saja pantai tidak seperti dulu lagi. Tapi, kondisinya terlalu memprihatinkan. Sampah bisa ditemukan dimana saja saat melangkah, baik itu masuk ke dalam hingga memilih lokasi yang cocok tuk kongkow bersama kawan. Walaupun begitu kami tetap mencari lokasi yang bersih, soalnya sayang banget sudah jauh-jauh datang gak menikmati suasananya. Oiya tuk fotonya ini dia

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan - Pantai Olo 01
Sayang ada sampah

Untuk menghilangkan pikiran kami ke sampah, kami memilih tuk memandang langit dan lautnya. Beruntung lautnya jernih, bikin kami bisa menikmati suasananya. Oiya Pantai Olo ini juga dikenal Pemancingan Ocean Pasific karena sering dijadikan area memancing. Saya pun melihat beberapa orang yang mancing dan mendapatkan ikan. Cocok nih bagi kamu yang suka memancing

Sambil melihat laut, tidak terasa perut kami sudah memanggil. Kami pun berencana kembali pulang sambil mencari makanan namun kami batalkan karena rasanya sayang banget tidak coba jajanan sekitarnya, jadinya kami coba deh. Untuk jajanannya, kami coba Sate padang bersama Cappucino dan Es jagung yang berisi Cincau.

Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan di Belawan - Pantai Olo 02
Jajanan di sekitar Pantai Olo

Kalau kamu bertanya rasanya, kami cukup suka karena sudah keroncongan. Tapi kami tetap bersyukur bisa menikmatinya tanpa harus mencari makanan di tempat lain.

Sebelum kami pulang, kami sempat bertanya sama warga setempat tentang Pantai Olo. Ternyata pantai ini bukan milik pemerintah melainkan milik pribadi. Terus, sang pemilik sudah tiada dan tidak diketahui siapa yang melanjutkannya, makanya pantai ini tidak terurus. Waduh sayang banget ya, semoga aja ada yang melanjutkan biar seperti dulu lagi.

Nah mungkin segitu dulu cerita saya mengenai Pantai Olo dan Tempat Pelelangan Ikan. Semoga kamu yang mampir kesini kondisinya mulai membaik dan mendapatkan seafood sesuai yang kamu inginkan.


Catatan
Lokasi Pantai Olo di Bagan Deli, Medan Kota Belawan
Lokasi Tempat Pelelangan Ikan di Jalan Gabion, Bagan Deli, Medan Kota Belawan
Harga jajanan mulai 5k
Foto menggunakan smartphone Realme 5 Pro

Thursday, 1 October 2020

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal

Kembali lagi menikmati kuliner saat New Normal. Kali ini mampir-nya di Pizza Hut yang berlokasi di Mall Centre Point. Sebelumnya kamu sudah tahu kabar Pizza Hut? Bagi kamu yang belum tahu, di bulan Juli lalu (Juli, 2020) Pizza Hut dinyatakan pailit di AS. Dampaknya membuat Pizza Hut di negeri kita tutup sementara, dan kondisi semakin parah dengan adanya pandemi yang membuatnya sulit beroperasi.

Terus bagaimana dengan kelanjutannya? Beruntung Pizza Hut sudah bisa beroperasi kembali yang membuatnya kembali eksis. Untuk menggaet pelanggan, mereka melakukan penjualan di pinggir jalan. Alasannya, karena mengikuti kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang melarang pembelian restoran secara dine in atau makan di tempat. Tapi peraturan ini mulai longgar semenjak new normal dengan catatan pengunjung yang di restoran harus dibatasi. Nah dari sini deh, saya bisa mengunjungi Pizza Hut.

Pizza Hut yang saya kunjungi berlokasi Mall Centre Point lantai LG. Lokasi ini cukup ramai tempat makan seperti Chat Time, Pezzo Pizza, Gulu-Gulu dan masih banyak lagi yang bikin kamu hunting kuliner sepuasnya.

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal - Ruangan Pizza Hut
Ruangan Pizza Hut


Untuk tampilannya, sunyi menjadi kata tepat. Namun sisi positif-nya bikin pengunjung bisa menikmati suasananya dengan leluasa seperti saya, jadinya saat mau foto tidak perlu segan dengan pelanggan yang lain. Nah tuk foto makanan dan minumannya, ini dia

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal - Menu 01
Super Supreme dan American Favourite

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal - Menu 02
Versi zoom/diperbesar

Mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat New Normal - Menu 03
Lemon Tea dan Black Pepper Beef Fettucine


Lihat tampilan makanan dan minumannya, ternyata masih bagus walau dalam suasana new normal, namun bagaimana dengan rasanya?

Cerita rasa, saya masih menyukainya tuk masa new normal. Entah karena saya terlalu lama gak hunting kuliner atau mereka yang terus mengembangkan kualitas rasanya. Tapi tetap aja puas dengan makanan dan minuman yang saya pesan. Belum lagi suasana yang sunyi selama new normal bikin leluasa menikmati ruangannya. Jadinya dapat plus-plus deh

Nah mungkin segitu saja dulu ulasan saya mampir di Pizza Hut Mall Centre Point saat new normal. Semoga kamu ikut mencobanya. Sampai jumpa~

Catatan

  • Lokasi di Mall Centre Point lantai LG
  • Foto menggunakan smartphone Realme 5 Pro
  • Instagram: @pizzahut.indonesia
  • Info Pizza Hut Pailit: Link 1 dan Link 2

Sunday, 27 September 2020

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal

Kuliner malam saat new normal, rasanya tidak seperti normal pada dulunya. Kalau dulu biasanya banyak yang hunting malam selepas kerja, sekarang lebih memilih masak di rumah. Alasannya, mungkin gak bisa kongkow seperti dulu lagi karena banyak yang bekerja secara online (daring), terus karena orang rumah rajin mengasah kemampuan memasaknya, bikin semangat tuk mencoba kuliner semakin malas. Jadinya makin nambah deh alasan gak hunting, hehehe

Tapi bukan sebatas malas hunting saja. Terkadang kepikiran juga hunting gara-gara bosan atau sekedar mencari angin segar seperti yang saya lakukan malam itu.

Nah di malam itu, saya bersama saudara coba hunting kuliner di Hotel Grand Mercury, tepatnya Orchid Restaurant. Bagi kamu yang belum tahu lokasi hotel Grand Mercury, berada di berseberangan Taman Budaya dan kampus Methodis Medan. Tapi jika kamu kamu belum tahu, bisa menggunakan aplikasi ojek-online atau navigasi.

Saat kami memasuki ruangannya terasa sunyi, maklum kami datangnya malam hari dan kondisi masih new normal yang membuatnya terlihat sepi. Nilai plus-nya kami jadi menikmati ruangannya sepuasnya seperti tamu VIP.

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Ruangan
Ruangan Orchid Restaurant


Menariknya, Orchid Restaurant membuka Buffet Dinner setiap hari sabtu dengan batas pengunjung 30 orang. Alasannya karena mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus corona yang berarti pihak hotel sudah mulai diberi keleluasaan dalam menjalankan usaha (asal sesuai protokol kesehatan yang berlaku, yuk kita ikut juga).

Selain ruangannya yang adem, menu juga menggoda. Tuk menu-nya, kami menikmati Buffet Dinner dengan gaya western, jadi makanan berat hingga cemilannya gaya barat deh. Oiya tuk foto-nya bisa kamu lihat di bawah ini.

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Menu 01
Daging Kambing

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Menu 02
Pizza dan Sandwich

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Menu 03
Sayur, ikan dan ayam goreng

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Menu 04
Cemilan

Grand Mercure Hotel: Mencobanya saat New Normal - Menu 05
Daging kambing, aneka sate seafood dan sandwich


Terus mengenai rasanya, kebanyakan kami suka dengan rasanya karena masih bisa menikmati kuliner saat new normal. Namun jika kamu bertanya lebih detail, saya pilih daging kambing, sandwich dan aneka sate-nya yang aroma dan rasanya begitu kuat, bikin saya gak perlu menambah saus tuk meningkatkan rasanya.

Nah bagi kamu yang ingin mencobanya, kamu mengunjungi setiap hari sabtu dengan mengeluarkan dana 135K (all you can eat). Promo ini maksimal untuk 30 orang dan saya belum tahu sampai kapan berakhirnya. Jadi bagi kamu yang ingin mencobanya disarankan tuk bertanya dulu biar semakin yakin.

Oke segitu saja dulu pengalaman saya menikmati hidangan Grand Mercure Hotel, tepatnya Orchid Restaurant. Semoga ulasan ini bisa menjadi referensimu.

Catatan

  • Lokasi di jalan Sutomo
  • Usahakan untuk mengikuti protokol kesehatan agar tenang saat menikmati makanan
  • Harga 135K, all you can eat
  • Foto ruangan (Realme 5 Pro) Makanan (Olympus EPL 6)
  • Instagram: @grandmercuremedan

Thursday, 3 September 2020

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau

Siang hari yang panas, saya bersama saudara saya mampir di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau. Tempat ini sudah lama kami rencanakan karena sudah lama gak makan di luar bersama-sama. Alasan lainnya, tempat ini katanya luas jadinya kami penasaran tuk langsung mencobanya. Terus bagaimana kelanjutannya? Nah mulai dari sini bisa kamu simak ulasannya.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau
Ayam Penyet Cabe Hijau

Ayam Penyet Cabe Hijau berada di jalan Sunggal. Lokasi ini mungkin familiar bagi orang sekitar, namun tidak untuk saya karena saya sendiri bukan orang sekitar sini. Tapi lokasi ini cukup mudah ditemukan karena sudah tersedia di aplikasi maps dan akses menuju lokasi terbilang mulus dan cukup luas jalannya. Jadinya bisa membawa kendaraan pribadi.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Tampilan Luar
Tampilan Ayam Penyet Cabe Hijau

Untuk tampilannya, bisa kamu lihat halamannya cukup luas yang mungkin halaman untuk parkir kendaraan seperti mobil bisa diparkirkan. Sedangkan dekorasinya mengedepankan gaya tradisional/ciri khas nusantara yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Indoor
Indoor Resto Ayam Penyet Cabe Hijau

Saat masuk ke resto, ciri khas nusantara bisa kamu rasakan mulai dari lantainya, pemilihan tempat duduk hingga dekorasinya, tidak lupa juga tone warna coklat yang mirip kayu menjadi andalannya yang bikin kamu betah berlama-lama.

Beralih dari indoor-nya, giliran outdoor-nya. Resto Ayam Penyet Cabe Hijau memiliki outdoor yang lumayan luas, bikin kamu bisa pilih tempat sesuai keinginan. Selain luas, dekorasi yang ditawarkan tidak kalah menarik dari indoor-nya yang terlihat asri, bikin kamu pingin mengabadikan lewat sosmed.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Outdoor
Outdoor Resto Ayam Penyet Cabe Hijau

Sibuk saya melihat outdoor dan indoor-nya, kami pun mulai kepikiran tempat duduk. Tuk tempatnya, kami pilih outdoor karena ingin merasakan suasana asri. Oiya tuk tempatnya bisa kami lihat di bawah ini.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Tempat Duduk
Tempat duduk di outdoor

Sudah pilih tempat duduk, waktunya memesan. Tuk pesanan, kami memesan Ayam Penyet Cabe Hijau, Cumi Goreng Tepung dan Mango Float. Biar gak lama-lama, yuk lihat fotonya.

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Menu 01
Ayam Penyet Cabe Hijau, 25k

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Menu 02
Cumi Goreng Tepung, 27k

Siang Hari di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau - Menu 03
Mango Float, 28k

Kalau ditanya rasanya, mungkin saya bilang enak. Tapi kalau kamu bertanya rasanya secara detail, saya gak bisa menjelaskannya karena lebih menikmati suasananya. Apalagi pas saya kesini sempat hujan yang semakin menambah adem dan betah berlama-lama.


Oke segitu saja dulu cerita siang hari saya di Resto Ayam Penyet Cabe Hijau. Semoga cerita ini bisa menjadi referensimu~


Catatan
Lokasi di jalan Sunggal
Instagram: @ayampenyet_cabehijau_mdn
Foto dan video menggunakan Realme 5 Pro

Tuesday, 25 August 2020

Marugame Udon Medan : Kuliner Jepang Pake Halal (Part 2)

Marugame Udon Medan : Kuliner Jepang Pake Halal (Part 2)

Sudah lama tidak mampir di Marugame Udon, kuliner yang menjajakan masakan Jepang di kota Medan. Kalau kamu sering gak mampir kesini?

Nah kali ini saya ingin mengulasnya kembali namun di tempat yang berbeda. Kalau dulu saya mencobanya di Sun Plaza, sekarang mencobanya di Mall Deli Park. Bagi kamu yang penasaran, yuk simak ulasannya lewat blog ini.

Untuk Marugame sebelumnya, bisa kamu cek disini

Marugame yang saya coba berada di Mall Deli Park, tepatnya di lantai LG (lower ground). Tuk lantai ini cukup banyak tempat makan yang disajikan yang membuatmu bisa pilih makanan. Tapi karena saya lagi fokus ke Marugame, jadinya cerita tempat ini deh.

Ruangan Marugame Udon di Mall Deli Park

Nah tuk tempatnya, cukup berbeda dibandingkan Marugame di Sun Plaza. Rasanya Marugame disini lebih eksklusif karena lebih banyak hiasannya dan tempat duduk di desain untuk beberapa orang saja. Alasan saya bilang begitu, karena antar tempat duduk lumayan berjarak dan ruas jalan untuk lalu-lalang antar pengunjung dan pegawai lumayan luas bila dibandingkan Marugame di Sun Plaza. Untuk foto ruangannya, bisa kamu lihat di atas.

Cerita ruangannnya yang cukup luas, tidak membuat saya bersama saudara lupa memesan. Untuk pesanannya, kami pesan menu baru dari mereka, yaitu Spicy Beef Karubi. Menariknya dari menu baru ini, kita mendapatkan 1 Taiyaki setiap pembeliannya, jadinya untung deh. Nah tuk fotonya bisa kamu lihat di bawah ini.

Spicy Beef Karubi, 58k

Taiyaki

Spicy Beef Karubi, tampilannya mirip dengan Niku Udon hanya saja ini versi pedasnya. Tuk rasa pedas yang saya pesan masih kurang pedas, cuma saya kurang tahu pendapat yang lain karena ada yang bilang sudah pedas. Jadi kembali kepada selera tuk soal pedas. Tapi tuk rasa secara keseluruhan saya cukup suka karena sudah dapat daging-nya, aneka topping dan Udon-nya yang lumayan tebal. Bikin saya pingin memesannya lagi.

Terus ada bonusnya nih, Taiyaki. Saya kurang tahu kenapa cemilan ini dimasukkan ke bonus pembelian. Soalnya saudara saya merasa gak-nyambung saat memakan Udon bersama Taiyaki karena rasanya yang manis bercampur dengan makanan berat. Tuk mengakalinya saya memakan Taiyaki-nya terlebih dahulu, setelah itu menikmati udon-nya. Namun jika kamu termasuk orang yang suka mencoba sepertinya tidak ada masalah.

Spicy Beef Karubi dan Taiyaki

Gara-gara Taiyaki tadi, kami penasaran dengan cemilan lainnya. Kami pun memesan cemilan lainnya tuk dinikmati. Nah tuk cemilannya bisa kamu lihat di bawah ini.

Dari kiri ke kanan, Yakitori, Skewered Shumai, Nori Tempura, Sweet Corn Tempura (bakwan) dan Ebi Tempura

Matcha Ice Cream

Tuk cemilannya, rata-rata masih bisa di terima oleh kami saat menikmatinya bersama udon. Mungkin karena saya lebih suka gorengan dibandingkan manis atau kami aja yang masih merasa asing saat cemilan manis bercampur dengan makanan berat. Tapi lepas dari itu secara keseluruhan kami bisa menikmatinya.

Nah begitulah cerita saya bersama saudara menikmati kembali Marugame Udon. Tuk keseluruhan kami cukup suka, mulai dari menu, lokasi hingga pelayanannya. Sisanya mungkin waktunya saja, mengingat new normal yang membuat kita gak bisa nongkrong berlama-lama.

Akhir kata, semoga tulisan ini bisa menjadi referensimu menikmati kuliner di kota Medan~


Catatan:

  • Lokasi di lantai LG, Mall Deli Park
  • Buka selama new normal senin-jumat (12.00 - 20.00 wib) sabtu-minggu (10.00 - 22.00 wib)
  • Telah ada logo Halal dari MUI
  • Harga cemilan mulai 12k
  • Foto menggunakan smartphone Realme 5 Pro

Monday, 17 August 2020

Indonesia Independence Day 2020

Indonesia Independence Day 2020

Indonesia Independence Day 2020
Doddle Indonesia Independence Day 2020, source: google.com

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Terima kasih atas nusantara hingga keanekaragamanannya yang tak terkira. Terima kasih juga para pahlawan terdahulu yang telah memperjuangkan tanah air ini hingga generasi sekarang bisa merasakan dan menikmatinya.

Akhir kata, walau kami dalam kondisi "new normal" setelah pandemi Corona, negeri ini mampu melaksanakan tugasnya secara bertahap sehingga kami masih bisa merasakan kemerdekaan.

Semoga kedepannya Republik Indonesia semakin maju dan berkembang hingga bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Amin~